kapsulcucidarah

5 Manfaat Madu Untuk Ibu Menyusui dan Bayinya

Siapa dari kita semua yang tak mengenal madu? Ya, cairan kental dan manis tersebut telah banyak digunakan bahkan sejak zaman nenek moyang kita. Madu telah dikenal memiliki banyak manfaat, seperti dalam industry makanan dan minuman, pertanian, bahkan di dunia kedokteran. Pada artikel yang telah lalu, kita telah membahas mengenai manfaat madu untuk ibu hamil. Nah, pada artikel kali ini kita juga akan tetap membahas mengenai manfaat madu. Namun bukan manfaat bagi ibu hamil, melainkan manfaat madu untuk ibu menyusui.

Kandungan Madu

Menurut data nutrisi USDA, nilai nutrisi yang terkandung per 100 gram madu adalah sebagai berikut:

Energi 304 kkal
  • Karbohidrat
  • Gula
  • Serat
  • 82.4 gram
  • 82.12 gram
  • 0.2 gram
Lemak 0 gram
Protein 0.3 gram
Air 17.1 gram
Vitamin B2 0.038 mg
Vitamin B3 0.121 mg
Vitamin B5 0.068 mg
Vitamin B6 0.024 mg
Vitamin B9 (Folat) 2 µg
Vitamin C 0.5 mg
Kalsium 6 mg
Zat Besi 0.42 mg
Magnesium 2 mg
Fosfor 4 mg
Kalium 52 mg
Natrium 4 mg
Seng 0.22 mg

Madu adalah senyawa gabungan antara karbohidrat, protein, vitamin, mineral, dan antioksidan. Perlu diketahui bahwa karbohidrat yang terkandung dalam madu lebih banyak merupakan senyawa fruktosa daripada glukosa. Hal ini menyebabkan madu lebih mudah dicerna daripada bahan-bahan makanan yang mengandung glukosa. Tetapi, karena kandungan fruktosanya pula, ada beberapa orang yang alergi terhadap madu. Jadi perlu dipastikan terlebih dahulu apakah Anda memiliki alergi terhadap fruktosa atau tidak.

Selain itu, madu juga mengandung banyak sekali vitamin dan mineral (seperti tertera pada tabel) yang juga sangat diperlukan bagi ibu dan bayinya. Madu mengandung vitamin B, asam folat, zat besi, juga magnesium yang sangat dibutuhkan pada masa kehamilan dan menyusui.

Ada pula senyawa-senyawa seperti chrysin, pinobanksin, pinocembrin, katalase, juga vitamin C yang tergolong senyawa antioksidan. Senyawa antioksidan adalah senyawa yang mampu memutus mata rantai radikal bebas dalam tubuh kita. Radikal bebas merupakan senyawa berbahaya yang memicu timbulnya berbagai penyakit dalam tubuh. Oleh karena itu, adanya antioksidan mampu mencegah timbulnya berbagai penyakit, termasuk kanker. Selain pada madu, antioksidan dapat ditemui pada buah-buahan seperti apel, tomat.

Periode kehamilan adalah periode emas dalam pembentukan organ pada janin. Pada periode ini, segala perilaku dan nutrisi seorang ibu sudah semestinya dijaga sebaik mungkin. Akan tetapi, perjuangan tak berakhir hanya sampai di sana. Setelah proses kelahiran, seorang ibu dihadapkan pada tanggung jawab yang lebih nyata terhadap bayinya.

Seperti yang kita ketahui, periode emas adalah masa-masa terbaik untuk memberi nutrisi dan intervensi dini bagi perkembangan buah hati. Periode emas ini berlangsung sebanyak dua kali, periode emas pertama (0 s.d. 3 tahun) dan periode emas kedua (3 s.d. 5 tahun). Salah satu cara untuk memberi nutrisi terbaik adalah dengan memberi ASI eksklusif selama 6 bulan dan dilanjutkan hingga anak berusia 2 tahun.

Lalu apa yang dapat dilakukan seorang ibu pada periode menyusui tersebut? Nah, di bawah ini adalah peran penting madu dalam membantu ibu nifas dan menyusui:

  1. Memulihkan Rahim

Setelah melalui serangkaian proses kehamilan dan persalinan, kondisi rahim seorang perempuan membutuhkan waktu untuk bisa kembali ke kondisi semula. Meski dalam tubuh setiap ibu yang menyusui juga telah diproduksi hormone oksitosin (berperan dalam kontraksi) untuk mengembalikan bentuk rahim, tapi tak ada salahnya pula bila Anda menggunakan madu untuk mempercepat proses tersebut.

Menurut sebuah penelitian di Jepang, kandungan vitamin dan antibiotik dalam madu mampu mempercepat proses pembersihan dan pemulihan rahim. Di Indonesia sendiri, sudah banyak ibu nifas yang menggunakan ramuan ini.

 

  1. Antibodi Ibu dan Bayi

Seperti yang telah dikatakan sebelu mnya, madu mengandung banyak senyawa antioksidan dan antibiotik (antibakteria). Kandungan tersebut berperan dalam memperkuat daya tahan tubuh baik ibu sebagai konsumsi utama, maupun bayi sebagai konsumsi kedua. Namun, antibiotic tidak baik bila dikonsumsi saat hamil.

Kandungan antibiotik juga dapat menurunkan angka kejadian infeksi pada ibu yang baru saja melahirkan, terutama bagi ibu yang melahirkan melalui operasi caesar. Apabila Anda melahirkan di rumah sakit umum, perlu pula diwaspadai terjadinya infeksi nosocomial (infeksi yang didapatkan setelah berada di rumah sakit) karena memang rumah sakit adalah tempat bertemunya berbagai macam bakteri. Oleh karena itu, tak ada salahnya lebih berhati-hati dalam melindungi diri sendiri dan bayi.

 

  1. Memperlancar Produksi Air Susu Ibu (ASI)

ASI merupakan nutrisi pertama dan terbaik yang dibutuhkan oleh bayi. Tak peduli sehebat apa pun susu formula zaman sekarang, ASI adalah yang terbaik. ASI yang keluar di saat-saat pertama setelah persalinan disebut sebagai kolostrum dan itu merupakan ASI yang terbaik bagi daya tahan tubuh bayi.

Akan tetapi, kendalanya adalah seringkali ASI tidak keluar atau hanya keluar sedikit. Kendala ini terutama dijumpai pada ibu dengan persalinan pertama atau dengan persalinan cesar. Nah, meminum madu dapat memperlancar produksi ASI.

Perlu diketahui, seorang ibu membutuhkan setidaknya kalori sebanyak 500 kkal untuk memproduksi sekitar 500 ml sampai 800 ml setiap hari. Sementara itu, madu mengandung 304 kkal setiap 100 gram. Hal ini tentu sangat membantu kebutuhan asupan kalori ibu menyusui dan juga berakibat lancarnya produksi ASI.

 

  1. Menambah Stamina

Kandungan kalori yang cukup tinggi pada madu juga mampu menambah stamina ibu secara signifikan. Apalagi bagi ibu yang menyusui, yang membutuhkan stamina berkali-kali lipaat untuk menyusui dan merawat bayinya. Untuk seorang wanita karier, penggunaan madu juga akan sangat bermanfaat.

 

  1. Membantu Pencernaan Ibu dan Bayi

Madu memiliki kandungan fruktosa yang lebih tinggi daripada glukosa, yang menyebabkannya relatif mudah dicerna tubuh. Tak hanya itu, madu juga mengandung serat yang cukup. Serat adalah zat yang paling mudah dicerna oleh tubuh. Dengan sering memakan makanan tinggi serat, pencernaan tidak akan bekerja terlalu susah untuk mencerna makanan. Apabila pencernaan berlangsung dengan baik, itu juga akan membentuk postur tubuh yang baik pula bagi seorang ibu.

 

Cara Konsumsi Madu

Cara pengunaan madu cukup sederhana, tak ada aturan absolut untuk itu, cukup takaran yang sewajarnya. Biasanya, seorang ibu cukup mengonsumsi 6 sendok makan madu setiap hari. Madu dapat dicampur ke dalam air, susu, atau minuman dan makanan lainnya.

Nah, demikian informasi yang dapat saya berikan seputar khasiat madu bagi ibu menyusui. Semoga para ibu dapat mempraktikkannya di rumah dan mendapatkan hasil semaksimal mungkin. Selamat berjuang untuk buah hati tercinta.

hamil.co.id

Comments

comments

Leave a Reply

pusat Herbaruqyah yang insyaAllah banyak khasiat dan manfaatnya

Pesan herbaruqyah Sekarang