kapsulcucidarah

SEBAB KERAKSUKAN SYAITAN

By | 12th Juni 2017

apiSEBAB KERAKSUKAN SYAITAN

هَلْ أُنَبِّئُكُمْ عَلَىٰ مَن تَنَزَّلُ الشَّيَاطِينُ

“Maukah Aku beritakan kepadamu, kepada siapa syaitan-syaitan itu turun?”

تَنَزَّلُ عَلَىٰ كُلِّ أَفَّاكٍ أَثِيمٍ

“Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta lagi yang banyak dosa..”ata tanajjalu, bermakna diturunkan. Diturunkan bukan dari kiri atau kanan, apalagi dari bawah namun dari atas. Bukan atas awan, namun dari atas langit ke 7. Dari bawah arsy-Nya sebagai ketetapan atau Sunnatullah.

Syaitan itu diturunkan kepada pendusta dan lagi banyak dosa. Nabi sholallahu alaiyhi wa sallam memperingatkan kita agar berhati-hati dengan 3 dosa yang membinasakan; syirik, durhaka dan berdusta..

Dalam surah al Baqarah ayat 10, Allah ta’la menegaskan dengan firman-Nya:

فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ

“Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta”.

Lalu dusta manakah yang membuat manusia ditinggalkan Allah dan lalu dikuasai syaitan?

Dusta, mendustakan nikmat yang Allah berikan. Maksiat adalah cara mahluk mendustakan nikmat Allah ta’ala atas kehidupan dan iman yang diberikan selama ini. Kita bermaksiat dengan menggunakan Nikmat-Nya.

Benarkah manusia telah lancang bermaksiat dengan menggunakan Nikmat-Nya? Mendustakan-Nya?

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Allah ulang pertanyaan ini sebanyak 30 kali dalam surrah ar Rahmaan!

Mendustakan Allah dengan menyekutukannya dengan mahluk-Nya.

Mendustakan Nabi sholallahu alaiyhi wa sallam dengan meninggalkan sunnahnya (mengerjakan amal bid’ah untuk memuaskan nafsunya).

Mendustakan akhirat dengan terus menerus menenggelamkan dirinya dalam lembah dunia.

Mendustakan syurga dengan terus menerus melakukan dosa yang menjerumuskannya kedalam neraka.

Mendustakan nikmat-nikmat Allah dengan kufur dan berputus asa dari-Nya hingga depresi bahkan ingin membunuh dirinya sendiri.

Dan kedustaan lainnya yang dilakukan terus menerus hingga berakhir dengan jatuhnya jantung pertahanan qalbu kita, sebab kita telah jadikan syaitan peminpin nafsu kita..

إِنَّهُ لَيْسَ لَهُ سُلْطَانٌ عَلَى الَّذِينَ آمَنُوا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

إِنَّمَا سُلْطَانُهُ عَلَى الَّذِينَ يَتَوَلَّوْنَهُ وَالَّذِينَ هُمْ بِهِ مُشْرِكُونَ

“Sesungguhnya syetan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhannya. Sesungguhnya kekuasaannya (syetan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah.” (QS An-Nahl ayat 99-100)

Dusta dan Dosa. Semua dilakukan untuk memuaskan nafsu yang menguasainya, dan syaitanpun datang berstrategi dan mendukung sepenuhnya setiap lintasan nafsu tersebut.

أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَٰهَهُ هَوَاهُ وَأَضَلَّهُ اللَّهُ عَلَىٰ عِلْمٍ وَخَتَمَ عَلَىٰ سَمْعِهِ وَقَلْبِهِ وَجَعَلَ عَلَىٰ بَصَرِهِ غِشَاوَةً فَمَن يَهْدِيهِ مِن بَعْدِ اللَّهِ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ

“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?”

Al Quran surah Al-Jathiya, Ayat 23..

Semoga Allah pertemukan kita dengan-Nya dalam keadaan Dia senang kepada kita.. Aminn..