Oleh
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
Allah menciptakan makhlukNya dengan memberikan cobaan dan ujian, lalu menuntut konsekwensi kesenangan, yaitu bersyukur; dan konsekwensi kesusahan, yaitu sabar. Hal ini bisa terjadi dengan Allah membalikkan berbagai keadaan manusia sehingga peribadahan manusia kepada Allah menjadi jelas. Banyak dalil-dalil yang menunjukkan bahwa musibah, penderitaan dan penyakit merupakan hal yang lazim bagi manusia. Dan semua itu pasti menimpa mereka, untuk mewujudkan peribadahan kepada Allah semata, serta untuk melihat siapa yang paling baik amalnya.
الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ
“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa lagi Mahapengampun” [Al Mulk/67 : 2]
Hidup ini tidak lepas dari cobaan dan ujian; bahkan cobaan dan ujian merupakan Sunnatullah dalam kehidupan. Manusia diuji dalam segala sesuatu, baik dalam hal-hal yang disenangi maupun dalam hal yang dibenci dan tidak disukai. Allah berfirman :
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan mengujimu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan”. [Al Anbiya`/21: 35].
Tentang ayat ini, Ibnu Abbas berkata: “Kami akan menguji kalian dengan kesulitan, kesenangan, kesehatan dan penyakit, kekayaan dan kefakiran, halal dan haram, ketaatan dan maksiat, petunjuk dan kesesatan”.[1]
Berbagai macam penyakit merupakan bagian dari cobaan Allah yang diberikan kepada hambaNya. Sesungguhnya, cobaan-cobaan itu merupakan Sunnatullah yang telah ditetapkan berdasarkan rahmat dan hikmahNya. Ketahuilah, Allah tidak menetapkan sesuatu, baik berupa takdir kauni (takdir yang pasti berlaku di alam semesta ini) atau syar’i, melainkan di dalamnya terdapat hikmah yang amat besar, sehingga tidak mungkin bisa dinalar oleh akal manusia. Berbagai cobaan, ujian, penderitaan, penyakit dan kesulitan, semua itu mempunyai manfaat dan hikmah yang sangat banyak.
Pada zaman sekarang, banyak penyakit yang menimpa manusia. Ada yang sudah diketahui obatnya, dan ada pula yang belum diketahui obatnya. Hal ini merupakan cobaan dari Allah, yang juga akibat dari perbuatan dosa dan maksiat yang dilakukan manusia. Allah berfirman:
وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ
“Dan apa saja musibah yang menimpamu, maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)”. [Asy Syura/42 : 30].
Setiap penyakit pasti ada obatnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ماَ أَنْزَلَ اللهُ دَاءً إِلاَّ أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً
“Allah tidak menurunkan penyakit, melainkan pasti menurunkan obatnya”.[2]
لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ, فَإِذَا أُصِيْبَ دَوَاءُ الدَّاءِ بَرَأَ بِإِذْنِ اللهِ
“Setiap penyakit ada obatnya. Jika suatu obat itu tepat (manjur) untuk suatu penyakit, maka akan sembuh dengan izin Allah”. [3]
Seorang muslim, bila ditimpa penyakit, ia wajib berikhtiar mencari obatnya dengan berusaha secara maksimal. Dalam usaha mengobati penyakit yang dideritanya, maka wajib memperhatikan tiga hal.
Pertama : Bahwa obat dan dokter hanya sarana kesembuhan. Adapun yang benar-benar menyembuhkan penyakit hanyalah Allah.
Allah berfirman, mengisahkan Nabi Ibrahim Alaihissallam.
وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ
“..dan apabila aku sakit, Dia-lah yang menyembuhkanku”. [Asy Syu’ara’/26: 80].
وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ ۖ وَإِنْ يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلَا رَادَّ لِفَضْلِهِ ۚ يُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ ۚ وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
“Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagimu, maka tidak ada yang dapat menolak karuniaNya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendakiNya diantara hamba-hambaNya, dan Dia-lah Yang Maha pengampun lagi Maha penyayang”. [Yunus/10 : 107].
Kedua : Dalam berikhtiar atau berusaha mencari obat tersebut, tidak boleh dilakukan dengan cara-cara yang haram dan syirik.
Yang haram seperti berobat dengan menggunakan obat yang terlarang atau barang-barang yang haram, karena Allah tidak menjadikan penyembuhan dari barang yang haram.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ اللهَ خَلَقَ الدَّاءَ وَالدَّوَاءَ , فَتَدَاوَوْا وَلاَ تَتَدَاوَوْا بِحَرَامٍ
“Sesungguhnya Allah menciptakan penyakit dan obatnya, maka berobatlah dan janganlah berobat dengan (obat) yang haram”.[4]
إَنَّ اللهَ لَمْ يَجْعَلْ شِفَاءَ كُمْ فِي حَرَامٍ
“Sesungguhnya Allah tidak menjadikan kesembuhan (dari penyakit) kalian pada apa-apa yang haram”.[5]
Tidak boleh juga berobat dengan hal-hal yang syirik, seperti: pengobatan alternatif dengan cara mendatangi dukun, tukang sihir, paranormal, orang pintar, menggunakan jin, pengobatan dengan jarak jauh dan sebagainya yang tidak sesuai dengan syari’at, sehingga dapat mengakibatkan jatuh ke dalam perbuatan syirik dan dosa besar yang paling besar. Orang yang datang ke dukun atau orang pintar, ia tidak akan diterima shalatnya selama empatpuluh hari. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ أَتَى عَرَّا فًـا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ, لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاَةٌ أَرْبَعِيْنَ لَيْلَةً
“Barangsiapa yang datang kepada dukun (orang pintar atau tukang ramal), lalu menanyakan kepadanya tentang sesuatu, maka tidak akan diterima shalatnya selama empatpuluh malam”.[6]
مَنْ أَتَى عَرَّا فًـا أَوْ كَاهِنًا فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ, فَقَد كَفَرَ بِمَا أُنزِلَ عَلى مُحَمَّدٍ
“Barangsiapa yang mendatangi orang pintar (tukang ramal atau dukun), lalu ia membenarkan apa yang diucapkannya, maka sungguh ia telah kafir dengan apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad”.[7]
Apabila seseorang terkena sihir, guna-guna, santet, kesurupan jin dan lainnya atau penyakit menahun yang tak kunjung sembuh, maka sekali-kali ia tidak boleh mendatangi dukun, tukang sihir atau paranormal. Perbuatan tersebut merupakan dosa besar. Begitu pula, seseorang tidak boleh bertanya kepada mereka tentang penyakit maupun tentang hal-hal yang ghaib, karena tidak ada yang mengetahui perkara ghaib, melainkan hanya Allah saja; bahkan Rasulullah pun tidak mengetahui perkara yang ghaib. Allah berfirman:
قُلْ لَا أَقُولُ لَكُمْ عِنْدِي خَزَائِنُ اللَّهِ وَلَا أَعْلَمُ الْغَيْبَ وَلَا أَقُولُ لَكُمْ إِنِّي مَلَكٌ ۖ إِنْ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَىٰ إِلَيَّ ۚ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الْأَعْمَىٰ وَالْبَصِيرُ ۚ أَفَلَا تَتَفَكَّرُونَ
“Katakanlah: “Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku”. Katakanlah: “Apakah sama orang yang buta dengan orang yang melihat?” Maka apakah kamu tidak memikirkan(nya)?” [Al An’am/6 : 50].
Ketiga : Pengobatan dengan apa yang ditunjukkan dan diajarkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, seperti ruqyah, yaitu membacakan ayat-ayat Al Qur`an dan do’a-do’a yang shahih; begitu juga dengan madu, habbatus sauda’(jintan hitam), air zam-zam, bekam (mengeluarkan darah kotor dengan alat bekam), dan lainnya. Pengobatan dan penyembuhan yang paling baik itu dengan ayat-ayat Al Qur`an, karena Al Qur`an merupakan petunjuk bagi manusia, penyembuh dan rahmat bagi kaum mukminin.
Tidak diragukan lagi, bahwa penyembuhan dengan Al Qur`an dan dengan apa yang diajarkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berupa ruqyah, merupakan penyembuhan yang bermanfaat, sekaligus penawar yang sempurna. Allah berfirman:
قُلْ هُوَ لِلَّذِينَ آمَنُوا هُدًى وَشِفَاءٌ
“Katakanlah: “Al Qur`an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman”. [Fushshilat/41 :44].
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ
“Dan kami turunkan dari Al Qur`an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman”. [Al Isra/17 : 82].
Pengertian “dari Al Qur`an” pada ayat di atas ialah Al Qur`an itu sendiri. Karena Al Qur`an secara keseluruhan ialah sebagai penyembuh, sebagaimana yang disebutkan dalam ayat di atas.[9]
Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ
“Hai sekalian manusia, sesungguhnya telah datang kepada kalian pelajaran dari Rabb kalian, dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman”. [Yunus/10 : 57].
Dengan demikian, Al Qur`an merupakan penyembuh yang sempurna diantara seluruh obat hati dan juga obat fisik, sekaligus sebagai obat bagi seluruh penyakit dunia dan akhirat. Tidak setiap orang mampu dan mempunyai kemampuan untuk melakukan penyembuhan dengan Al Qur`an. Jika pengobatan dan penyembuhan itu dilakukan secara baik terhadap penyakit, dengan didasari kepercayaan dan keimanan, penerimaan yang penuh, keyakinan yang pasti, terpenuhi syarat-syaratnya, maka tidak ada satu penyakitpun yang mampu melawannya untuk selamanya. Bagaimana mungkin penyakit-penyakit itu akan menentang dan melawan firman-firman Rabb bumi dan langit, yang jika firman-firman itu turun ke gunung, maka ia akan memporak-porandakan gunung-gunung tersebut? Atau jika turun ke bumi, niscaya ia akan membelahnya? Oleh karena itu, tidak ada satu penyakit hati dan juga penyakit fisik pun melainkan di dalam Al Qur`an terdapat jalan penyembuhannya, penyebabnya, serta pencegah terhadapnya bagi orang yang dikaruniai pemahaman oleh Allah terhadap KitabNya. Allah ‘Azza wa Jalla (Yang Maha perkasa lagi Maha agung) telah menyebutkan di dalam Al Qur`an beberapa penyakit hati dan fisik, juga disertai penyebutan penyembuhan hati dan fisik.
Penyakit hati terdiri dari dua macam, yaitu: penyakit syubhat (kesamaran) atau ragu dan penyakit syahwat atau hawa nafsu. Allah Yang Maha suci telah menyebutkan beberapa penyakit hati secara terperinci disertai dengan beberapa sebab, sekaligus cara menyembuhkan penyakit-penyakit tersebut.[10]
Allah berfirman:
أَوَلَمْ يَكْفِهِمْ أَنَّا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ يُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَرَحْمَةً وَذِكْرَىٰ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ
“Dan apakah tidak cukup bagi mereka, bahwasanya Kami telah menurunkan kepadamu Al Kitab (Al Qur`an) sedang dia dibacakan kepada mereka? Sesungguhnya di dalam Al Qur`an itu terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman”. [Al ‘Ankabut/29 : 51].
Al ‘Allamah Ibnul Qayyim rahimahullah mengemukakan:
فَمَنْ لَمْ يَشْفِهِ الْقُرانُ فَلاَ شَفَاهُ اللهُ, وَمَنْ لَمْ يَكْفِهِ فَلاَ كَفَاهُ اللهُ.
“Barangsiapa yang tidak dapat disembuhkan oleh Al Qur`an, berarti Allah tidak memberikan kesembuhan kepadanya. Dan barangsiapa yang tidak dicukupkan oleh Al Qur`an, maka Allah tidak memberikan kecukupan kepadanya”.[11]
Mengenai penyakit-penyakit badan atau fisik, Al Qur`an telah membimbing dan menunjukkan kita kepada pokok-pokok pengobatan dan penyembuhannya, juga kaidah-kaidah yang dimilikinya. Kaidah pengobatan penyakit badan secara keseluruhan terdapat di dalam Al Qur`an, yaitu ada tiga point: menjaga kesehatan, melindungi diri dari hal-hal yang dapat menimbulkan penyakit dan mengeluarkan unsur-unsur yang merusak badan.[12]
Jika seorang hamba melakukan penyembuhan dengan Al Qur`an secara baik dan benar, niscaya dia akan melihat pengaruh yang menakjubkan dalam penyembuhan yang cepat.
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: “Pada suatu ketika aku pernah jatuh sakit, tetapi aku tidak menemukan seorang dokter atau obat penyembuh. Lalu aku berusaha mengobati dan menyembuhkan diriku dengan surat Al Fatihah, maka aku melihat pengaruh yang sangat menakjubkan. Aku ambil segelas air zam-zam dan membacakan padanya surat Al Fatihah berkali-kali, lalu aku meminumnya hingga aku mendapatkan kesembuhan total. Selanjutnya aku bersandar dengan cara tersebut dalam mengobati berbagai penyakit dan aku merasakan manfaat yang sangat besar”.[13]
Demikian juga pengobatan dengan ruqaa (jamak dari ruqyah) Nabawi yang riwayatnya shahih, merupakan obat yang sangat bermanfaat. Dan juga suatu do’a yang dipanjatkan. Apabila do’a tersebut terhindar dari penghalang-penghalang terkabulnya do’a itu, maka ia merupakan sebab yang sangat bermanfaat dalam menolak hal-hal yang tidak disenangi dan tercapainya hal-hal yang diinginkan. Demikian itu termasuk salah satu obat yang sangat bermanfaat, khususnya yang dilakukan berkali-kali. Dan do’a juga berfungsi sebagai penangkal bala` (musibah), mencegah dan menyembuhkannya, menghalangi turunnya, atau meringankannya jika ternyata sudah sempat turun.[14]
لاَ يَرُدُّ الْقَضَاءَ إِلاَّ الدُّعَاءُ, وَلاَ يَزِيْدُ فِي الْعُمُرِ إِلاَّ الْبِرُّ.
“Tidak ada yang dapat mencegah qadha` (takdir) kecuali do’a, dan tidak ada yang dapat memberi tambahan umur kecuali kebijakan”.[15]
Tetapi yang harus dimengerti secara benar, bahwa ayat-ayat, dzikir-dzikir, do’a-do’a dan beberapa ta’awudz (permohonan perlindungan kepada Allah) yang dipergunakan untuk mengobati atau untuk ruqyah, pada hakikatnya pada semua ayat, dzikir-dzikir, do’a-do’a. Ta’awudz itu sendiri memberi manfaat yang besar dan juga dapat menyembuhkan. Namun ia memerlukan penerimaan (dari orang yang sakit) dan kekuatan orang yang mengobati dan pengaruhnya. Jika suatu penyembuhan itu gagal, maka yang demikian itu disebabkan oleh lemahnya pengaruh pelaku, atau karena tidak adanya penerimaan oleh pihak yang diobati, atau adanya rintangan yang kuat di dalamnya yang menghalangi reaksi obat.
Pengobatan dengan ruqyah ini dapat dicapai dengan adanya dua aspek, yaitu dari pihak pasien (orang yang sakit) dan dari pihak orang yang mengobati.
Yang berasal dari pihak pasien, ialah berupa kekuatan dirinya dan kesungguhannya dalam bergantung kepada Allah, serta keyakinannya yang pasti bahwa Al Qur`an itu sebagai penyembuh sekaligus rahmat bagi orang-orang yang beriman. Dan ta’awudz yang benar, yang sesuai antara hati dan lisan, maka yang demikian itu merupakan suatu bentuk perlawanan. Sedangkan seseorang yang melakukan perlawanan, ia tidak akan memperoleh kemenangan dari musuh kecuali dengan dua hal, yaitu:
Pertama : Keadaan senjata yang dipergunakan haruslah benar, bagus dan kedua tangan yang mempergunakannya pun harus kuat. Jika salah satu dari keduanya hilang, maka senjata itu tidak banyak berarti; apalagi jika kedua hal di atas tidak ada, yaitu hatinya kosong dari tauhid, tawakkal, takwa, tawajjuh (menghadap, bergantung sepenuhnya kepada Allah) dan tidak memiliki senjata.
Kedua : Dari pihak yang mengobati dengan Al Qur`an dan As Sunnah juga harus memenuhi kedua hal di atas [16]. Oleh karena itu, Ibnut Tiin rahimahullah berkata: “Ruqyah dengan menggunakan beberapa kalimat ta’awudz dan juga yang lainnya dari nama-nama Allah adalah merupakan pengobatan rohani. Jika dilakukan oleh lisan orang-orang yang baik, maka dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala kesembuhan tersebut akan terwujud”. [17]
Para ulama telah sepakat membolehkan ruqyah dengan tiga syarat, yaitu:[18]
1. Ruqyah itu dengan menggunakan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, atau asma`dan sifatNya, atau sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
2. Ruqyah itu harus diucapkan dengan bahasa Arab, diucapkan dengan jelas dan dapat difahami maknanya.
3. Harus diyakini, bahwa yang memberikan pengaruh bukanlah dzat ruqyah itu sendiri, tetapi yang memberi pengaruh ialah kekuasaan Allah. Adapun ruqyah hanya merupakan salah satu sebab saja.[19]
Wallahu a’lam bish Shawab, Washallahu ‘ala Nabiyina Muhammadin Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Maraji’:
1. Tafsir Ibnu Jarir Ath Thabari, Cet. Darul Kutub Al ‘Ilmiyyah, Tahun 1412 H.
2. Zaadul Ma’ad Fi Hadyi Khairil Ibad, juz 4, oleh Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyyah, tahqiq Syu’aib dan Abdul Qadir Al Arna-uth, Cet. Muassassah Ar Risalah, Tahun 1415 H.
3. Fathul Bari Syarah Shahih Bukhari, oleh Ibnu Hajar Al Asqalani, Cet. Darul Fikr.
4. Fathul Majid Syarah Kitabut Tauhid, ta’lif Abdurrahman bin Hasan bin Muhammad bin Abdul Wahab, tahqiq Dr. Walid bin Abdurrahman Al Furayyan, Tahun 1419 H.
5. Adda’ wad Dawa’, oleh Ibnul Qayyim, tahqiq Syaikh Ali Hasan bin Halabi.
6. Al ‘Ilaj Bir Ruqa` Minal Kitab Was Sunnah, oleh Dr. Sa’id bin Wahf Al Qahthan
[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 06//Tahun IX/1426H/2005M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo-Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-761016]
_______
Footnote
[1]. Tafsir Ibnu Jarir Ath Thabari IX/26, no. 24588, Cet. I Darul Kutub Al ‘Ilmiyah, Beirut, Tahun 1412 H.
[2]. HR Al Bukhari no. 5678 dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu .
[3]. HR Muslim no. 2204, dari Jabir Radhiyallahu ‘anhu .
[4]. HR Ad Daulabi dalam Al Kuna, dari sahabat Abu Darda`. Sanadnya hasan, dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah, no.1633.
[5]. HR Abu Ya’la dan Ibnu Hibban (no.1397, Mawarid), lihat Shahih Mawaridizh Zham-an, no. 1172, dari Ummu Salamah, hasan lighairihi.
[6]. HR Muslim no. 2230 (125), Ahmad IV/68, V/380 dari seorang isteri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
[7]. HR Ahmad II/408,429,476; Hakim I/8; Baihaqi, VIII/135; dari sahabat Abu Hurairah. Dishahihkan oleh Hakim dan disetujui Adz Dzahabi. Syaikh Al Albani menshahihkan juga dalam Shahih Al Jami’ish Shaghir no.5939.
[8]. Ruqyah, jama’nya adalah ruqaa. Yaitu bacaan-bacaan untuk pengobatan yang syar’i, berdasarkan pada riwayat yang shahih, atau sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang telah disepakati oleh para ulama.
[9]. Lihat Al Jawabul Kafi Liman Sa-ala’anid Dawa-isy Syafi (Jawaban yang memadai bagi orang yang bertanya tentang obat penyembuh yang mujarab), atau Ad Da’wad Dawaa’ (penyakit dan obatnya), karya Ibnul Qayyim, hlm.7, tahqiq Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid.
[10]. Lihat Zaadul Ma’ad, karya Ibnul Qayyim (IV/5-6).
[11]. Lihat Zaadul Ma’ad (IV/352).
[12]. Lihat Zaadul Ma’ad (IV/6, 352).
[13]. Lihat Zaadul Ma’ad (IV/178).
[14]. Lihat Adda’ Wad Dawa’, hlm.10.
[15]. HR Al Hakim dan At Tirmidzi, no.2139 dari Salman z dan dihasankan oleh Syaikh Al Albani. Lihat Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah, no. 154.
[16]. Lihat Zaadul Ma’ad (IV/67-68).
[17]. Fathul Baari (X/196).
[18]. Lihat Fathul Baari (X/195), juga Fatawa Al ‘Allamah Ibni Baaz (II/384).
[19]. Lihat Al ‘Ilaj Bir Ruqaa Minal Kitab Was Sunnah, hlm. 83.
روش صحیح درس خواندن در ابتدایی، نقش بسیار مهمی در شکلگیری پایههای علمی و علاقهمندی دانشآموزان به یادگیری دارد.
امریه اداره کل استعدادهای درخشان آموزش و پرورش کردستان، به معنای بهرهگیری از توانمندیهای تخصصی فارغالتحصیلان دانشگاهی در قالب خدمت سربازی در این اداره است.
buy methylprednisolone online cheap – depo-medrol online pharmacy triamcinolone 4mg for sale
سایت سازمان سنجش، به عنوان درگاه اصلی و مرجع اطلاعرسانی آزمونهای سراسری در ایران، نقش بسیار مهمی در ارائه خدمات به داوطلبان ایفا میکند.
آزمون تیزهوشان نهم به دهم، آزمونی است که توسط مرکز ملی استعدادهای درخشان برای پذیرش دانشآموزان مستعد در مدارس سمپاد (استعداد درخشان) برگزار میشود.
ورود به سایت گلستان پیام نور، به نشانی reg.pnu.ac.ir به عنوان سامانه جامع آموزشی دانشگاه پیام نور، بستری را برای ارائه کلیه خدمات دانشجویی فراهم آورده است.
زمان برگزاری آزمون ورودی دبیرستان ماندگار البرز، با توجه به آمار قابل توجه موفقیت دانشآموزان این دبیرستان در آزمونهای سراسری و المپیادهای علمی، آگاهی از زمان برگزاری آزمون ورودی دبیرستان ماندگار البرز، دغدغهای مهم برای بسیاری از دانشآموزان و اولیاء محسوب میشود.
امریه اداره کل استاندارد استان کردستان، به معنای گذراندن دوره سربازی در این سازمان است.
تاریخ برگزاری کنکور سراسری، بر اساس اعلام سازمان سنجش آموزش کشور، تاریخ دقیق برگزاری کنکور سراسری سال ۱۴۰۴ در تمامی گروههای آزمایشی ریاضی، تجربی، انسانی، هنر و زبان، در دو نوبت مجزا در سال برگزار خواهد شد.
زمان ثبت نام آزمون نیروی هوایی ارتش، به صورت دورهای و با توجه به نیاز این نیرو، از طریق اطلاعیههای رسمی ارتش جمهوری اسلامی ایران اعلام میشود.
buy generic desloratadine – order claritin 10mg generic priligy 60mg sale
منابع آزمون تیزهوشان نهم به دهم، در سالهای گذشته، منابع آزمون تیزهوشان نهم به دهم شامل کتب پایه هشتم و نهم بود.
زمان ثبت نام در مدارس نمونه دولتی، با توجه به تغییرات اخیر در فرآیند ثبت نام مدارس نمونه دولتی، دانش آموزان و اولیا نیاز به اطلاعات دقیق و به روز در خصوص زمان ثبتنام در مدارس نمونه دولتی و نحوه ثبت نام دارند.
امریه استانداری کردستان، به فرصتی اشاره دارد که به مشمولان خدمت وظیفه عمومی این امکان را میدهد تا به جای گذراندن دوره سربازی در یگانهای نظامی، خدمت خود را در استانداری کردستان و زیرمجموعههای آن انجام دهند.
دفترچه آزمون استخدامی آموزش و پرورش، داوطلبان پیش از هر اقدامی باید دفترچه آزمون استخدامی آموزش و پرورش ۱۴۰۴ را به دقت مطالعه کنند.
اعتراض به نتایج آزمون کنکور سراسری فرهنگیان، داوطلبان آزمون کنکور سراسری فرهنگیان، در صورت نارضایتی از نتایج اعلامشده، امکان ثبت اعتراض به نتایج آزمون کنکور سراسری فرهنگیان را دارند.
buy misoprostol generic – order cytotec pill purchase diltiazem online
امریه دانشگاه صنعتی همدان، همانند سایر دانشگاهها و مراکز علمی کشور، به معنای گذراندن دوره خدمت وظیفه سربازی در قالب فعالیتهای تخصصی و علمی در محیط دانشگاهی است.
ثبت نام کنکور کارشناسی ارشد سراسری، فرآیندی است که توسط سازمان سنجش آموزش کشور به منظور پذیرش دانشجویان در مقطع کارشناسی ارشد در دانشگاههای دولتی و سایر مؤسسات آموزش عالی برگزار میشود.
ثبتنام در آزمون ورودی دوره اول متوسطه مدارس علامه طباطبایی، به منظور تسهیل فرآیند ثبتنام در آزمون ورودی دوره اول متوسطه مدارس علامه طباطبایی، دانشآموزان مستعد و علاقهمند میتوانند در بازه زمانی تعیینشده به وبسایتهای رسمی این مجموعه به نشانیهای alameh.ir و mat.ir مراجعه نمایند.
شهریه دانشگاه پیام نور، به عوامل گوناگونی از جمله مقطع تحصیلی، رشته، تعداد واحدهای اخذ شده و نحوه پذیرش دانشجو (با آزمون یا بدون آزمون) بستگی دارد.
نتایج کنکور تیر ماه، سال جاری، شامل نمرات خام، رتبه و سهمیههای داوطلبان شرکتکننده در این آزمون مهم است.
امریه اداره کل تعاون، کار و رفاه اجتماعی استان زنجان، به معنای گذراندن دوره خدمت سربازی در این سازمان دولتی است.
استخدام معلم ابتدایی با مدرک دیپلم، در سالهای اخیر، استخدام معلم ابتدایی با مدرک دیپلم در آموزش و پرورش به طور رسمی انجام نمیشود.
اعلام نتایج کنکور کارشناسی ارشد، معمولاً در چند مرحله از سوی سازمان سنجش آموزش کشور اعلام میشود.
امریه دانشگاه زنجان، دانشگاه زنجان مانند بسیاری از سازمانها و نهادهای دولتی، فرصت گذراندن خدمت سربازی را به صورت امریه فراهم میکند.
رشتههای قابل انتخاب در کنکور کاردانی به کارشناسی، کنکور کاردانی به کارشناسی، فرصتی مهم برای فارغالتحصیلان و دانشجویان ترم آخر مقطع کاردانی است تا با شرکت در آن، سطح تحصیلات خود را به کارشناسی ناپیوسته ارتقا دهند.
تاثیر معدل دهم در کنکور، سراسری یکی از سیاستهای آموزشی است که با هدف سنجش جامعتر سطح علمی داوطلبان و کاهش وابستگی به آزمون تستی اجرا میشود.
امریه استانداری زنجان، فرصتی برای فارغالتحصیلان دانشگاهی است تا دوره خدمت سربازی خود را در محیط اداری و مرتبط با تخصص خود بگذرانند.
اعلام نتایج پذیرش دانشآموزان مدارس شاهد، پس از اتمام فرآیند بررسی اطلاعات بارگذاریشده توسط متقاضیان در سامانه مای مدیو وابسته به وزارت آموزش و پرورش، در بازه زمانی مشخصی صورت میپذیرد.
چطور در سربازی کسری خدمت بگیریم، سوالی است که ذهن بسیاری از مشمولان و سربازان را به خود مشغول میکند.
مای مدیو کارنامه نوبت دوم، سایت مای مدیو کارنامه my.medu.ir برای دریافت کارنامه نوبت اول، نوبت دوم و شهریور با کد ملی توسط وزارت آموزش و پرورش راه اندازی شده است.
ثبت نام آزمون عملی تربیت بدنی، به عنوان یکی از مراحل کلیدی پذیرش در رشتههای علوم ورزشی و آموزش تربیت بدنی، در بازههای زمانی مشخص و طی دو مرحلهی مقدماتی و نهایی برگزار میشود.
امریه اداره کل نوسازی مدارس استان گیلان، فرصتی برای فارغالتحصیلان دانشگاهی مشمول خدمت وظیفه است تا دوره سربازی خود را در این اداره کل سپری کنند.
امریه دانشگاه گیلان، فرصتی برای فارغالتحصیلان مقاطع کارشناسی ارشد و دکتری است تا دوره خدمت سربازی خود را در محیط آکادمیک و علمی این دانشگاه سپری کنند.
سایت همیار معلم hamyarmoalem-roshd.ir، به عنوان یک ابزار کارآمد، حاوی نکات و راهکارهای آموزشی است که معلمان میتوانند از آنها در راستای برنامهریزی درسی، طراحی فعالیتهای آموزشی و ارزیابی عملکرد دانشآموزان بهرهمند گردند.
سوالات و پاسخنامه آزمون نمونه دولتی، دانشآموزان متقاضی ورود به مدارس نمونه دولتی، پس از شرکت در آزمون ورودی، این امکان را خواهند داشت که سوالات و پاسخنامه آزمون نمونه دولتی را دریافت نمایند.
اعلام نتایج دانشگاه افسری ارتش، فرآیندی چند مرحلهای است که به منظور گزینش و جذب داوطلبان واجد شرایط برای ورود به دانشگاههای افسری ارتش جمهوری اسلامی ایران انجام میشود.
فرم 602 و نحوه ی استفاده از آن، به منظور تسهیل فرآیند ثبتنام در مقاطع کارشناسی پیوسته و کاردانی دانشگاههای سراسر کشور، پس از کسب رتبه قابل قبول در آزمون سراسری و انتخاب رشته، ارائه مجموعهای از مدارک توسط پذیرفتهشدگان الزامی است.
order zovirax sale – crestor 10mg pills rosuvastatin for sale online
مدارس آموزش عالی علوم اسلامی اهل سنت، نهادهای آموزشی مذهبی، در راستای تربیت طلاب و اندیشمندان دینی در اقصی نقاط کشور فعالیت میکنند.
ثبت نام در مدارس هیئت امنایی، به عنوان یکی از زیر مجموعههای نظام مدارس دولتی در کشور، با هدف ارتقای سطح کیفی آموزش و بهینهسازی مدیریت منابع آموزشی تاسیس گردیدهاند.
بخشنامه آزمون مدارس نمونه دولتی، با هدف تعیین ضوابط و شرایط پذیرش دانشآموزان در این مدارس برای سال تحصیلی 1404-1405، از سوی وزارت آموزش و پرورش منتشر شده است.
motilium 10mg for sale – buy sumycin 500mg generic flexeril order
سهمیه ویژه داوطلبان حافظ قرآن کریم، به عنوان یک امتیاز ویژه، فرصتی ارزشمند برای داوطلبان علاقهمند به تحصیل در دانشگاه فرهنگیان فراهم میآورد.
تحلیل سوالات آزمون ورودی مدارس تیزهوشان، میتواند به دانشآموزان و والدین در درک بهتر ساختار آزمون، شناسایی نقاط قوت و ضعف، و برنامهریزی مناسب برای آمادگی در آزمون کمک کند.
فهرست رشتههای آموزش غیرحضوری در دانشگاهها، با توجه به افزایش تقاضا برای آموزشهای انعطافپذیر، اقدام به ارائه فهرست رشتههای آموزش غیرحضوری در دانشگاهها در مقاطع مختلف تحصیلی نمودهاند.
نمره چشم برای معافیت دائم سربازی، بسته به نوع مشکل بینایی (نزدیکبینی، دوربینی، آستیگماتیسم) و همچنین مدرک تحصیلی فرد مشمول، متفاوت است.
دفتر گزارشهای آماری سامانه سیدا ویژه مدارس، به عنوان یک منبع اطلاعاتی جامع شامل دادههای کلیدی دانشآموزان از جمله مشخصات فردی، آدرس دقیق و پایه تحصیلی آنان، در دسترس مدیران مدارس از طریق سامانه مای مدیو قرار دارد.
مشاوره معافیت پزشکی سربازی، فرآیندی تخصصی است که به مشمولان خدمت وظیفه عمومی که دارای مشکلات جسمی یا روانی هستند، کمک میکند تا از حقوق قانونی خود برای معافیت از خدمت سربازی آگاه شوند و مراحل لازم برای دریافت آن را طی کنند.