kapsulcucidarah

Anti Septik Pada Sabun Bidara

Caucasian woman washing her hands

Anti Septik Pada Sabun Bidara – Antiseptik biasa digunakan sebagai pembersihkan luka memar, luka iris, luka lecet, dan juga luka bakar ringan, yang terjadi akibat trauma seperti kecelekaan lalu lintas, kecelekaan kerja, ataupun kecelakaan lainnya. Selain itu antiseptik juga dapat dimasukkan ke dalam definisi bahan yang digunakan untuk pencegahan infeksi pada bagian jaringan yang hidup seperti pada permukaan kulit dan bagian seperti bibir, saluran kencing dan juga alat kelamin.

Antiseptik atau germisida merupakan senyawa kimia yang digunakan untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme pada jaringan yang hidup seperti pada perumkaan kulit dan membran mukosa. Tentunya antisepti sangat berbeda dengan antibiotik dan disinfekta, kenapa? karena antibiotik digunakan utnuk membunuh mikroorganisme didalam tubuh, sedangkan disinfekta digunakan untuk membunuh mikroorganisme pada benda mati. Karena itulah antiseptik lebih aman

Indonesia adalah negara kepulauan yang sangat subur akan sumber daya alamnya, tanaman yang dapat tumbuh subur di negeri kita Indonesia ini memiliki kandungan yang sangat berguna untuk kesehatan, terutama yang memiliki antiseptik alami dan berikut ini saya informasikan salah satu tumbuhan yang memiliki kandungan antiseptik itu diantaranya :

Sirih

4 Tumbuhan Yang Memilki Kandungan AntiseptikSirih (Piper betle Linn) adalah salah satu jenis tumbuhan terna memanjat yang termasuk famili Piperaceae. Asal usul tumbuhan ini tidak diketahui dengan pasti. Sirih merah memiliki khasiat multiguna untuk mengobati berbagai jenis penyakit. Penelitian yang dirasakan kurang dilakukan terhadap pengembangan sirih merah sehingga tak banyak orang yang mengetahui manfaat dan khasiat dari daun sirih merah ini, daun sirih merah hanya dikenal di beberapa kalangan masyarakat tertentu yang terbiasa menggunakan bahan-bahan herbal sebagai salah satu herbal tradisional untuk mengatasi beberapa jenis penyakit seperti, jantung, dapat mengatasi diabetes, membersihkan organ mulut, mengatasi batuk dan menambah nafsu makan, membersihkan organ kewanitaan, mengatasi radang mata, dan sebagainya.

Efektivitas antiseptik dalam membunuh mikroorganisme bergantung pada beberapa faktor, misalnya konsentrasi dan lama paparan. Konsentrasi memengaruhi adsorpsi atau penyerapan komponen antiseptik.Pada konsentrasi rendah, beberapa antiseptik menghambat fungsi biokimia membran bakteri, namun tidak akan membunuh bakteri tersebut. Ketika konsentrasi antiseptik tersebut tinggi, komponen antiseptik akan berpenetrasi ke dalam sel dan mengganggu fungsi normal seluler secara luas, termasuk menghambat biosintesis(pembuatan) makromolekul dan persipitasi protein intraseluler dan asam nukleat (DNA atau RNA}.Lama paparan antiseptik dengan banyaknya kerusakan pada sel mikroorganisme berbanding lurus

Penyakit infeksi masih menempati urutan pertama penyebab kesakitan dan kematian yang terjadi di negara berkembang. Bagi penderita, penyakit infeksi tidak hanya menyebabkan penderitaan fisik tapi juga penurunan kinerja dan produktivitas. Sedangkan bagi negara, tingginya kejadian infeksi di masyarakat menyebabkan penurunan produktivitas nasional dan peningkatan pengeluaran yang berhubungan dengan biaya pengobatan (Anonim, 2005).

Infeksi dapat disebabkan oleh bakteri, virus, maupun jamur, dan dapat terjadi di masyarakat (community acquired) maupun di rumah sakit (hospital acquired) (Wahjono, 2007). Orang-orang yang berada di rumah sakit dan sarana kesehatan lainnya misalnya pasien, keluarga pasien, dokter, dokter gigi, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya yang memiliki resiko tinggi untuk kontak dengan mikroorganisme patogen memiliki risiko yang lebih besar untuk terkena penyakit infeksi. Hal ini karena mikroorganisme patogen tersebut dapat ditransmisikan melalui cairan tubuh (darah, saliva, dan lain-lain), udara, maupun kontak langsung antar pasien, dari pasien ke petugas, dari petugas ke petugas, dari petugas ke pasien dan antar petugas (Anonim, 2010).
Salah satu cara pencegahan infeksi yang ditetapkan oleh Center for Disease Control adalah dengan penggunaan antiseptik untuk membersihkan tangan atau bagian tubuh lainnya yang tercemar darah atau cairan tubuh lainnya.

Baca Juga; Mengobati Penyakit Kulit Dengan Sabun Bidara

 

saat ini, salah satu senyawa yang lazim digunakan dalam berbagai formula sediaan antiseptik adalah golongan alkohol (etanol, propanol, isopropanol) dengan konsentrasi antara 50% hingga 70% (Block, 2001 dan Gennaro, 1995). Namun sayangnya, penggunaan golongan alkohol sebagai antiseptik memiliki banyak keterbatasan. Keterbatasan tersebut antara lain alkohol hanya dapat digunakan sebagai antiseptik / desinfektan untuk disinfeksi permukaan dan kulit yang bersih tetapi tidak dapat digunakan untuk bagian kulit yang terluka. Golongan alkohol memang memiliki daya bakterisidal tetapi hanya untuk beberapa jenis bakteri dan tidak berfungsi untuk jamur dan virus.

Karena itu Herbal Ruqyah Rehab Hati hadir menyediakan produk Anti septik yang salah satunya adalah mengandung Anti septik alami yaitu Sirih yang di mix dengan Daun Bidara ya produk tersebut bernama SABUN BIDARA Herbal bidara yang telah di proses menjadi sabun bidara yg manfaatnya sudah banyak dibuktikan..sabun terapi bidara + diramu dengan bahan2 alami berkwalitas,,tanpa menggunakan pengawet, pewarna & pewangi sintetik..aman untuk semua jenis kulit & usia. Selain untuk mandi & cuci muka, telah digunakan untuk menginduksi tidur yang baik karena memiliki sifat menenangkan.

 

ngan lupa sehatkan indonesia dengan herbal

produk  Herbal ruqyah herab hati bisa di cek di www.tokopedia.com/sarehatstore

www.bukalapak.com/sarehatstore

WA :081320096052

FB: Abu Herba

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *